Google Web Toolkit adalah framework yang ditawarkan Google untuk membuat aplikasi AJAX. Saya menggunakan framework ini dalam mengerjakan proyek sepanjang satu semester lalu di mata kuliah Proyek Perangkat Lunak (PPL).

Secara umum, kelebihan yang ditawarkan GWT ini yang dapat saya eksplorasi antara lain:

  • Anda dapat mengkode aplikasi AJAX dalam Java (yang tentunya lebih mudah dibanding JavaScript^^). Nanti compiler akan mengoversi client-side code ke dalam JavaScript. Sedangkan server-side code tetap dijalankan dalam kode biner Java.
  • Banyak kelas primitif yang disediakan (kelas Widget dan Panel) untuk membuat user interface. Nanti compiler akan mengonversi secara dinamis ke dalam tag-tag HTML. Mudah berkomunikasi client-server dengan mekanisme Remote Procedure Call (RPC) dengan fasilitas “GWT-RPC Service”. Anda tetap dapat menulis kode secara native untuk HTML, JavaScript, submit form, dsb.

Namun ada juga kekurangannya, yaitu:

  • Jika menggunakan Netbeans IDE, anda dapat menggunakan plugin GWT4NB untuk memudahkan membangun aplikasi dengan framework GWT. Tetapi, GWT4NB ini masih Beta Version sehingga terdapat bug-bug yang mengganggu.
  • Aplikasi yang dihasilkan relatif besar ukurannya.

Berikut ini ada beberapa panduan untuk mempermudah Anda jika ingin melakukan eksplorasi GWT.

Sekian dulu, semoga bermanfaat 🙂

Seperti Google

Juni 10, 2008

Google RobotDalam suatu forum, sebuah pertanyaan ditanyakan berkeliling, “Apa cita-citamu?”

Seorang teman saya menjawab, “target saya 40 paten desain produk.”

“Sebenarnya ini cita-cita bersama dengan teman saya yang lain, saya ingin membangun suatu korporasi (yang bergerak dalam berbagai bidang, semacam group/holdings, yang berbasiskan suatu komunitas -red),” tutur teman saya yang lain.

Kata yang lain, “Saya ingin membangun suatu perusahaan yang mengelola sumber daya Indonesia. Mungkin khususnya pangan.”

“Saya ingin mengubah struktur pemikiran yang melandasi sains yang ada sekarang menjadi Islami.” (yang ini sebenarnya saya agak kesulitan dalam menuliskannya dalam kata-kata, dan sudah lupa redaksi aslinya -red).

Ketika pertanyaan itu sampai pada saya, saya jawab, “saya ingin punya perusahaan seperti Google.” Mungkin ada yang bertanya, dan memang ada yang bertanya, “seperti Google dalam hal apanya?”

Sepengetahuan (atau mungkin sepenerawangan :D) saya, saya pikir Google memiliki nilai-nilai berikut:

Kebermanfaatan

Nampaknya ini tidak perlu diragukan lagi. Hampir setiap orang dari beragam profesi, usia, dan kepentingan mendapatkan manfaat dari Google terutama mesin pencarinya. Pastinya Anda akan senang jika dapat bermanfaat bagi orang banyak bukan? Rasulullah menyebutkan bahwa sebaik-baik di antara kita adalah yang paling banyak manfaatnya bagi yang lainnya.

Inovasi

Saya pernah menonton video presentasi Douglas Merrill di YouTube judulnya “Innovation at Google”. Menurut saya Google memang memiliki prinsip-prinsip inovasi yang sederhana tapi canggih, seperti “Start wih problems, not solutions”, “Pay attention to the data”, “Experiment often, fail fast”, “Innovation is the rule, not the exception”, dll. Dan ini terbukti manjur dari banyaknya produk-produk inovatif Google baik yang sudah lulus dari Google Labs maupun yang belum.

Salah satu yang menarik adalah tentang kebijakan waktu 20%. Setiap engineer diperbolehkan menggunakan 20% waktu kerjanya untuk mengerjakan proyek apapun yang mereka sukai. Hal ini ternyata bagus untuk mendorong inovasi. Produk-produk yang merupakan hasil dari kebijakan ini antara lain Google News, Orkut, Google Alerts, dll.

Kekuatan Visi

Misi Google adalah “Organize all the world’s information and make it universally accessible and useful.” Dengan pemahaman bahwa yang namanya informasi itu tidak terbatas pada web saja, wajar jika Google akhirnya merambah kemana-mana: mobile phone, desktop. Biasanya perusahaan itu mulai ada semangat inovasi jika merasa terancam kompetitor. Namun jika memiliki visi yang kuat, maka dorongan itu akan muncul dari dalam.

Kata-kata lain yang menurut saya menggambarkan Google adalah Antusiasme, Muda dan enerjik, Global, Terbuka, dan tentunya “Don’t be evil”.