Berani vs Nekad

Juli 10, 2008

Ada hal baru yang saya pelajari baru-baru ini. Awalnya saya tidak sengaja (setelah nonton Smallville) menonton acaranya motivator Mario Teguh di O-Channel. Waktu itu sedang sesi tanya jawab.

Ada audiens yang bertanya, “apa bedanya berani dengan nekat?”

Pak Mario menjawab, “orang berani itu menghitung, orang nekat tidak menghitung.” Jawaban yang sudah kuduga sebenarnya.

Lalu dia melanjutkan dengan bertanya kepada si penanya, “kalau orang berani, dan menurut perhitungannya dia rugi, apakah dia akan lanjut?”

Si penanya menjawab, “tidak.” Jawaban yang juga sudah kuduga.

Yang di luar dugaan adalah perkataan pak Mario setelahnya, “Ya, orang yang berani akan lanjut, karena dia yakin bahwa hitungannya bisa saja salah.”

Saya menagkap mungkin maksudnya adalah si pemberani tersebut tetap melakukan perhitungan secara objektif berdasarkan data dan fakta, tapi dia mengambil keputusan berdasarkan kata hatinya. Dia percaya pada kata hatinya.

Belakangan saya membaca dari buku “Think Big and Kick Ass“-nya Donald J. Trump, sebuah pernyataan dari Andy Grove, mantan CEO Intel, “selamilah data dalam-dalam, lalu percayailah naluri Anda.