Bogor, Ahad 8 Juli 2007. 13:18

Kemarin, aku pergi dari Bandung ke Bogor naik motor. Akhirnya bisa kurasakan. Soalnya selama ini pasti dilarang orang tua, karena khawatir, tentunya. Alhamdulillah, berarti masih sayang.

Untuk kasus kemarin, aku sengaja gak bilang (karena pasti gak akan boleh, berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah) dan untungnya gak ditanya “Ntar ke Bogor pake apa?” Dalam hal ini, semua hal boleh kecuali ada larangan, kan? hehe

Berangkat jam 14, alhamdulillah finish dengan selamat di rumah jam 19. Berarti sekitar 5 jam-an. Di puncak macet berat soalnya, kalo gak macet mungkin bisa 4 jam-an. Kalo speed-nya ditingkatin (jadi rata-rata 70 km-an/jam) mungkin bisa 3 jam-an nyampe. Btw, kalo naek mobil, mungkin jam 22-an kali nyampenya (mungkin), gara-gara macet kemaren.

Sampe rumah, orang tua pastinya kaget. And the story goes… Dan, nampaknya (baru nampaknya, belum keputusan), motor gak bisa balik ke Bandung lagi, nih…

Tapi terlepas dari itu semua, kemaren di jalan (di puncak/cipanas) ada bus yang kecelakaan (rem-nya blong dan masuk sungai, kalo gak salah). Jadi tersadar kembali bahwa, manusia tugasnya hanya ikhtiar sebaik-baiknya, hasilnya Allah yang tentukan. Begitu juga hidup kita, kita bisa merencanakan hidup 100 tahun ke depan, tapi Allah bisa sewaktu-waktu mengambil kehidupan kita tanpa diduga-duga. Bisa jadi besok pagi, atau sedetik lagi kita sudah tiada.

Mari kita gunakan setiap momen hidup kita dengan sebaik-baiknya agar ketika nyawa kita dicabut, kita dalam keadaan yang baik (khusnul khatimah). Amin…