Mengapa Jangan Golput di Pemilu?

Januari 20, 2009

golputKalau dulu (sebelum reformasi), nyoblos gak nyoblos gak ada bedanya. Yang menang pasti yang kuning. Ibarat permainan, dari aturannya aja udah gak mungkin menang. Jadi buat apa nyoblos.

Setelah reformasi, aturan mainnya udah mulai fair. Siapa aja punya kesempatan yang sama untuk menang. Jadi golput tidak lagi relevan.

Kebanyakan orang memilih golput karena beberapa alasan:

Melepaskan tanggung jawab, seandainya pemimpin yang kepilih nggak menjalankan amanahnya dengan baik. Dia merasa jika tidak ikut memilih, dia tidak ikut bertanggung jawab terhadap kerusakan yang akan ditimbulkan oleh ketidakamanahan pemimpin tersebut. Berhubung kondisi di Indonesia ini rata-rata pejabatnya gak amanah, alasan seperti ini bisa dipahami.

Tapi tetap gak bisa diterima. Untuk orang seperti ini, luruskan lagi bahwa pemahaman seperti itu tuh keliru. Justru dia ikut bertanggung jawab karena sama saja telah “memberikan” suaranya pada siapa pun yang nantinya menang. Karena sebenarnya dia bisa memberikan suaranya pada calon yang lain (yang setidaknya lebih baik) tapi tidak dia lakukan.

Alasan lain, karena dia merasa siapa pun yang terpilih tidak akan ada pengaruhnya buat dia, atau perusahaannya, atau keluarganya. Untuk yang seperti ini, sadarkan lagi bahwa suara yang dia berikan bukan hanya berpengaruh untuk dirinya sendiri, tapi juga untuk masyarakatnya.

Atau mungkin karena dia gak percaya lagi dengan parpol atau pemimpin di negeri ini yang hanya obral janji. Untuk yang seperti ini, dorong dia supaya berani mengambil resiko. Kalau pemimpin “tua” sudah terbukti obral janji saja, saatnya beri para pemimpin muda Indonesia kesempatan untuk memimpin. Mungkin dia masih ragu karena para pemimpin muda ini miskin pengalaman, tapi dorong dia supaya berani. Yang jelas, Indonesia butuh perubahan!

Alasan lainnya, mungkin dia menganggap demokrasi itu sistem kafir dan kalo nyoblos berarti sama aja udah ikutan sistem kafir. Dengan orang ini kita bisa berdiskusi dengan tetap mengedepankan ukhuwah islamiyah, bahwa demokrasi itu realitas yang harus dihadapi. Karena mau milih atau nggak, sama-sama berada dalam demokrasi. Dan sama-sama akan dapat presiden dan anggota dewan yang sama,, yaitu yang menang pemilu nanti. Jadi jelas, mendukung pemimpin yang lebih mendekati itu jauh lebih efektif daripada nggak nyoblos.

Ingatkan juga bahwa demokrasi ini bukanlah pilihan ideologi, tapi sekedar pilihan strategi untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi.

Alasan lainnya apa ya? Bisa jadi karena kyai-nya bilang golput, dia jadinya ikutan golput. Hmm,, untuk yang ini no-comment aja😀

11 Responses to “Mengapa Jangan Golput di Pemilu?”

  1. isfiya Says:

    Keknya bakal banyak yang golput tuhhhh


  2. bikin aja partai golput, 30% suara pasti dapet. ha…ha….

  3. cenya95 Says:

    Bagaimana tidak mau Golput…
    Lha… anggota dewan yg terhormat tidak menunjukkan kehormatannya selama sidang.
    Pimpinannya ajah tidak didengar apalagi rakyat.
    Subhanallah

  4. redaksi Says:

    MAKSUD TERSELUBUNG CALON LEGISLATIF

    Pesta demokrasi 2009, pestanya calon legislatif merebut simpati rakyat. Calon legislatif berlomba merebut garis terdepan berjanji memperbaharui kehidupan.

    Namun, tatkala pesta itu usai dan mereka terpilih, anggota dewan mulai menampakkan kekakuannya. Tujuan utama mendapatkan kekayaan sebesar-besarnya melekat benar dalam saraf ingatan anggota dewan.

    “Tiada hari tanpa korupsi ” slogan wajib bagi mereka. Hidup tanpa korupsi bagaikan sayur tanpa garam atau dengan kata lain hidup tiada mengenal korupsi sama dengan mati di dalam hidup, itulah prinsip mereka. Mumpung jadi anggota dewan.

    Akhirnya kita hanya bisa diam!! diam!! diam!!

    Membawa segala penyesalan menuju alam baka.

    Sumber:www.asyiknyaduniakita.blogspot.com

  5. redaksi Says:

    PESAN DARI SURGA BUAT PARA KORUPTOR

    Engkau menuliskan senandung nyanyianmu di atas wajah suci kaummu; lalu engkau membiusku dan perlahan-lahan merampas hartaku… seperti itulah yang dilakukan para koruptor…

    Demikianlah, negara ku kini menduduki peringakat 3 negara terkorup se-Asia Tenggara, dan aku lemas, lunglai tak berdaya di tengah melimpahnya kekayaan kita. Kalbuku mengerang kesakitan, ku meraung kepedihan menahan luka gores sayatan yang menggores batin ini oleh perselingkuhan orang kepercayaan.

    Dulu dalam fahamku, kau ku pilih karena kau orang yang tepat di posisimu, kau pengelola managemen dasyat dari segala kehebatan negeriku. Maka itu ku serahkan tanpa syarat semua kepadamu. Dengan maksud kita bersama-sama menyeberangi tepian bahagia menjadi bangsa bermartabat.

    Tapi kini, rencana janjimu adalah angin lalu, semua ucapan manis mu kau buang di ngarai hampa. Ketahuilah semua kepalsuan yang kau ucapkan, aku tak percaya lagi!! Aku tidak ingin bersama mu di pemilu 2009 mendatang.

    Semalam dua sebelum anggota KPK datang menjemput, aku mempersiapkan sepatah dua patah untuk kusampaikan kepadamu, namun engakau persiapan hanyalah persiapan, aku tak bisa melepas siratan hati karena penjagaan ketat garda polisi.

    Sekarang di antara persidangan hati sekalian, aku katakan kepadamu ” aku akan boikot pemilu tgl 5 april 2009, kami akan golput!!!” agar kau merasakan seperti apa luka yang kau berikan.

    sumber:www.asyiknyaduniakita.blogspot.com

  6. Aditya Says:

    @redaksi: makanya yang kemaren anda pilih jangan dipilih lagi,. kesalahan bukan untuk membuat kita berhenti tapi untuk membuat kita mengambil langkah lebih baik.

  7. gunsa Says:

    Jangan haramkan golput sebab tidak ada ayat Al-Qur’an yang mengatakan “Barang siapa golput akan masuk neraka”. Sejarah Pilpres di Amerika golputnya selalu 50% namun ketika Obama menjadi Presiden angka golput sangat kecil, masyarakat dengan antusias ramai ramai memberikan suara, siapa yang menyuruh mereka ? Juga ramai ramai galang dana pemilu buat Obama.
    Kalau mau golput rendah harus tunjukkan Leadership yang memberi harapan para pemilih, bagaimana caranya? Pelajari dan ikuti saja caranya OBAMA.. OK

  8. abu zainab Says:

    kayak ga da pilihan laen lagi selain demokrasi …
    mas ini ini kan orang IT …

    tau dong logika if else dsbg …

    qo gak dipake sih …

    sayang dong punya ilmu gak di pake !!!

    -deleted-

  9. Firman Ahmad Says:

    Aku pun kecewa. Dulu kau kupilih karena memperjuangkan kepentingan Islam. Sekarang golput diharamkan. Aturan dari mana itu? Katanya demokrasi bukan dari Islam, tapi sekedar pilihan strategi. Dengan diharamkannya golput berarti kita diwajibkan mempertahankan demokrasi. Islamikah itu? Katanya memperjuangkan kepentingan Islam, tetapi mengapa tidak ada partai politik yang memperjuangkan untuk menarik kembali fatwa itu? Dan sebagian malah medukung fatwa itu. Akapakah kalian sudah merasa menjadi partai besar sehingga kalian lebih mengutamakan kepentingan politik? Atau apakah kalian ingin meningkatkan suara kalian dengan menakut-nakuti orang yang golput dengan dosa sehingga mereka memilih partai kalian?

    Maaf, aku tidak berkeinginan mengajak orang-orang untuk golput karena aku menghormati undang-undang, tetapi aku mau menyatakan protes terhadap fatwa itu. Akan kutunjukkan bahwa aku tidak mengharamkan golput. Aku berencana tidak ikut dalam pemilu legislatif tanggal 9 April nanti, kecuali jika fatwa itu dicabut. Aku ingin kalian tidak hanya diam atau sekadar berkomentar dalam menanggapi fatwa itu. Aku ingin kalian memprotes fatwa itu dengan tindakan. Aku tidak ingin orang-orang terpaksa memilih karena karena takut berdosa.

  10. Aditya Says:

    @firman: tulisan saya sama sekali tidak mendukung pengharaman golput. Yang saya dukung adalah partisipasi aktif dalam berpolitiknya🙂


  11. […] pernyataanku tentang hal itu yang bisa dibaca oleh semua orang telah kutuliskan pada komentar di blog temanku. Keputusan besarku itu adalah aku berencana tidak ikut dalam pemilu legislatif pada tanggal 9 April […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: