Ngapain Jauh-Jauh Mikirin Palestina?

Januari 11, 2009

knrp1Semoga ini bisa menjawab. Tulisan ini copy paste dari milis. Kalau bisa, baca juga artikel ini.

Kalau ada ribut-ribut di negara- negara Arab, misalnya di Mesir,
Palestina, atau Suriah, kita sering bertanya apa signifikansi dukungan
terhadap Negara tersebut. Misalnya baru-baru ini ketika Palestina
diserang. Ngapain sih mendukung Palestina?

Pertanyaan tersebut diatas sering kita dengar, terutama karena kita
bukan orang Palestina, bukan bangsa Arab, rakyat sendiri sedang susah,
dan juga karena entah mendukung atau enggak, sepertinya tidak
berpengaruh pada kegiatan kita sehari-hari.

Padahal, untuk yang belum mengetahui.. kita sebagai orang Indonesia
malah berhutang dukungan untuk Palestina.

Sukarno-Hatta boleh saja memproklamasikan kemerdekaan RI de facto pada
17 Agustus 1945, tetapi perlu diingat bahwa untuk berdiri (de jure)
sebagai negara yang berdaulat, Indonesia membutuhkan pengakuan dari
bangsa-bangsa lain. Pada poin ini kita tertolong dengan adanya pengakuan
dari tokoh tokoh Timur Tengah, sehingga Negara Indonesia
bisa berdaulat.

Gong dukungan untuk kemerdekaan Indonesia ini dimulai dari Palestina dan
Mesir, seperti dikutip dari buku “Diplomasi Revolusi Indonesia di Luar
Negeri” yang ditulis oleh Ketua Panitia Pusat Perkumpulan Kemerdekaan
Indonesia , M. Zein Hassan Lc. Buku ini diberi kata sambutan oleh Moh.
Hatta (Proklamator & Wakil Presiden pertama RI), M. Natsir (mantan
Perdana Menteri RI), Adam Malik (Menteri Luar Negeri RI ketika buku ini
diterbitkan) , dan Jenderal (Besar) A.H. Nasution.

M. Zein Hassan Lc. Lt. sebagai pelaku sejarah, menyatakan dalam bukunya
pada hal. 40, menjelaskan tentang peranserta, opini dan dukungan nyata
Palestina terhadap kemerdekaan Indonesia, di saat negara-negara lain
belum berani untuk memutuskan sikap.

Dukungan Palestina ini diwakili oleh Syekh Muhammad Amin Al-Husaini
-mufti besar Palestina- secara terbuka mengenai kemerdekaan Indonesia:
“.., pada 6 September 1944, Radio Berlin berbahasa Arab menyiarkan
‘ucapan selamat’ mufti Besar Palestina Amin Al-Husaini (beliau
melarikan diri ke Jerman pada permulaan perang dunia ke dua) kepada Alam Islami, bertepatan ‘pengakuan Jepang’ atas kemerdekaan Indonesia. Berita yang
disiarkan radio tersebut dua hari berturut-turut, kami sebar-luaskan,
bahkan harian “Al-Ahram” yang terkenal telitinya juga
menyiarkan.” Syekh Muhammad Amin Al-Husaini dalam kapasitasnya sebagai mufti Palestina juga berkenan menyambut kedatangan delegasi “Panitia Pusat Kemerdekaan Indonesia” dan memberi dukungan penuh. Peristiwa bersejarah tersebut tidak banyak diketahui generasi sekarang, mungkin juga para pejabat
dinegeri ini.

Bahkan dukungan ini telah dimulai setahun sebelum Sukarno-Hatta
benar-benar memproklamirkan kemerdekaan RI. Tersebutlah seorang
Palestina yang sangat bersimpati terhadap perjuangan Indonesia, Muhammad
Ali Taher. Beliau adalah seorang saudagar kaya Palestina yang spontan
menyerahkan seluruh uangnya di Bank Arabia tanpa meminta tanda bukti dan
berkata: “Terimalah semua kekayaan saya ini untuk memenangkan perjuangan
Indonesia ..”Setelah seruan itu, maka negara daulat yang berani mengakui kedaulatan RI pertama kali oleh Negara Mesir 1949. Pengakuan resmi Mesir itu (yang disusul oleh negara-negara Tim-Teng lainnya) menjadi modal besar bagi RI
untuk secara sah diakui sebagai negara yang merdeka dan berdaulat penuh.

Pengakuan itu membuat RI berdiri sejajar dengan Belanda (juga dengan
negara-negara merdeka lainnya) dalam segala macam perundingan &
pembahasan tentang Indonesia di lembaga internasional.

Dukungan Mengalir Setelah Itu Setelah itu, sokongan dunia Arab terhadap kemerdekaan Indonesia menja di sangat kuat. Para pembesar Mesir, Arab dan Islam membentuk ‘Panitia Pembela Indonesia ‘. Para pemimpin negara dan perwakilannya di lembaga internasional PBB dan Liga Arab sangat
gigih mendorong diangkatnya isu Indonesia dalam pembahasan di dalam
sidang lembaga tersebut.

Di jalan-jalan terjadi demonstrasi- demonstrasi dukungan kepada
Indonesia oleh masyarakat Timur Tengah. Ketika terjadi serangan Inggris
atas Surabaya 10 November 1945 yang menewaskan ribuan penduduk Surabaya,
demonstrasi anti Belanda-Inggris merebak di Timur-Tengah khususnya
Mesir. Sholat ghaib dilakukan oleh masyarakat di lapangan-lapangan dan masjid-masjid di Timur Tengah untuk para syuhadayang gugur dlm pertempuran yang sangat dahsyat itu.

Yang mencolok dari gerakan massa internasional adalah ketika momentum
Pasca Agresi Militer Belanda ke-1, 21 juli 1947, pada 9 Agustus. Saat
kapal “Volendam” milik Belanda pengangkut serdadu dan senjata telah
sampai di Port Said.

Ribuan penduduk dan buruh pelabuhan Mesir berkumpul di pelabuhan itu.
Mereka menggunakan puluhan motor-boat dengan bendera merah-putih – tanda
solidaritas- berkeliaran di permukaan air guna mengejar dan menghalau
blokade terhadap motor-motor- boat perusahaan asing yang ingin menyuplai
air & makanan untuk kapal “Volendam” milik Belanda yang berupaya
melewati Terusan Suez, hingga kembali ke pelabuhan. Kemudian motor boat
besar pengangkut logistik untuk “Volendam” bergerak dengan dijaga oleh 20 orang polisi bersenjata beserta Mr.Blackfield, Konsul Honorer Belanda asal Inggris, dan Direktur perusahaan pengurus kapal Belanda di pelabuhan. Namun hal itu tidak menyurutkan perlawanan para buruh Mesir.

Wartawan ‘Al-Balagh’ pada 10/8/47 melaporkan:

“Motor-motor boat yang penuh buruh Mesir itu mengejar motor-boat besar
itu dan sebagian mereka dapat naik ke atas deknya. mereka menyerang
kamar stirman, menarik keluar petugas-petugasnya, dan membelokkan
motor-boat besar itu kejuruan lain.”

Melihat fenomena itu, majalah TIME (25/1/46) dengan nada minornya
menakut-nakuti Barat dengan kebangkitan Nasionalisme- Islam di Asia dan
Dunia Arab. “Kebangkitan Islam di negeri Muslim terbesar di dunia
seperti di Indonesia akan menginspirasikan negeri-negeri Islam lainnya
untuk membebaskan diri dari Eropa.”

Melihat peliknya usaha kita untuk merdeka, semoga bangsa Indonesia yang
saat ini merasakan nikmatnya hidup berdaulat tidak melupakan peran
bangsa bangsa Arab, khususnya Palestina dalam membantu perdjoeangan
kita. Statement Tokoh dalam buku ini:

Dr. Moh. Hatta

“Kemenangan diplomasi Indonesia yang dimulai dari Kairo. Karena dengan
pengakuan Mesir dan negara-negara Arab lainnya terhadap Indonesia
sebagai negara yang merdeka dan berdaulat penuh, segala jalan tertutup
bagi Belanda untuk surut kembali atau memungkiri janji, sebagai selalu
dilakukannya di masa-masa yang lampau.”

A.H. Nasution

“Karena itu tertjatatlah, bahwa negara-2 Arab jang paling dahulu
mengakui RI dan paling dahulu mengirim misi diplomatiknja ke Jogja dan
jang paling dahulu memberi bantuan biaja bagi diplomat-2 Indonesia di
luar negeri. Mesir, Siria, Irak, Saudi-Arabia, Jemen,
memelopori pengakuan de jure RI bersama Afghanistan dan IranTurki
mendukung RI. Fakta-2 ini merupakan hasil perdjuangan diplomat-2
revolusi kita. Dan simpati terhadap RI jang tetap luas di negara-2 Timur
Tengah merupakan modal perdjuangan kita seterusnja, jang harus terus
dibina untuk perdjuangan jang ditentukan oleh UUD ’45 : “ikut
melaksanakan ketertiban dunia jang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian
abadi dan keadilan sosial”.

“Perumpamaan kaum muslimin yang saling kasih mengasihi dan cinta
mencintai antara satu sama lain ibarat satu tubuh. Jika salah satu
anggota berasa sakit maka seluruh tubuh akan turut berasa sakit dan
tidak dapat tidur.” (HR Bukhari)

15 Responses to “Ngapain Jauh-Jauh Mikirin Palestina?”

  1. montercplus Says:

    assa.
    mantap kk, emang dah seharusnya palestina dibantu. cm org TOLOL yg gak mau bantu, ato mungkin bisa dsebut mlh mmbantu israel? haghag
    wass.

  2. moniqblueprint Says:

    asw. trus langkah kongkrit mahasiswa untuk mendukung palestina apa? (selain doa)

    _moniq,fkk06,dsmgamais

  3. yudhaindrawan Says:

    Makasih dah posting tulisan ini. Jujur, gw nangis pas bacanya (cape’ deh, cemen kali ni anak).
    Mungkin langkah kongkrit yang bisa kita lakukan adalah menulis di blog ttg palestina dan komentar di blog2 orang (terutama yang luar negeri).
    Kita juga bisa menggelar konser kemanusiaan dengan mengundang 3 diva, duo maia, n peter pan.


  4. […] lirik, palestina, tulisan orang lain. trackback Barusan saya mengunjungi blog teman saya: AQ dan Hening. Di sana terdapat artikel yang sangat bagus mengenai Palestina dan penjelasan mengapa […]

  5. omiyan Says:

    seharusnya kita seperti itu…saat ini saudara kita sedang dijajah….tapi sayang pemimpin dari negara Islam lebih banyak berucapa tanpa tindakan nyata…mungkinn kembali masalah ekonomi yang ketergantungan ma AS

  6. Aditya Says:

    @moniqblueprint: setuju dengan Yudha,, secara umum yang bisa kita lakukan sebagai mahasiswa memang tidak banyak karena berbagai keterbatasan kita. Ada beberapa yang bisa kita lakukan setidaknya:

    1) Dengan do’a
    2) Dengan perkataan (penyebaran opini). Ini bisa dilakukan lewat komunikasi langsung dengan teman2 kita, blog, facebook, ikut aksi2 solidaritas, dsb.
    3) Dengan uang. Ikut nyumbang dana buat palestina. Bisa lewat rekeningnya Komnas untuk Rakyat palestina (KNRP)

  7. Aditya Says:

    @omiyan: iya, miris ya di zaman modern ini masih ada satu penjajahan fisik tersisa di muka bumi😦

    dan ternyata negara2 yang selama ini berteriak tentang HAM malah diam. Memang kita tidak bisa menitipkan nasib kita pada mereka.

  8. dwinanto Says:

    Masalahnya adalah ketidakmampuan kita dalam menyatakan penolakan atas penindasan itu,.😦

  9. reZa pH Says:

    assalamu’alaykum wr wb

    afwan, tapi saya kurang setuju dengan 1 man 1 DOLLAR itu…

    karena kalo pake dollar, malah bakal menguatkan dollar…

  10. Aditya Says:

    @reZa pH: yang setara dengan nilai satu dollar maksudnya🙂

  11. Zzzz Says:

    @Aditya: Dollar apa nih? Dollar Zimbabwe?? Hehe… pisss…

  12. dithoap Says:

    Hi salam kenal….


  13. wallahi….lemahnya israel bagaikan rumah laba-laba, yg dengan mudah kita menghancurkannya. save palestina..!!
    kami juga nulis artikel tentang palestina. judulnya “aku anak palestina” liat aja di sini lngng klik aja
    http://masamudamasakritis.wordpress.com/
    jgn lupa tinggalkan komentar juga ya…!!

  14. harly Says:

    palestina adalah saudara kita sesama muslim…
    kita harus merasakan penderitaan yang diderita oleh saudara kita sesama muslim dan
    melakukan suatu tindakan untuk membantunya..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: