M Yunus: “Change The World”

Oktober 8, 2008

Ini adalah pidato Muhammad Yunus, sang pelopor mikrokredit, peraih hadiah Nobel Perdamaian 2006, saat upacara wisuda di MIT tanggal 6 Juni 2008.

Pidato ini sungguh menginspirasi bagi saya. Saya cari-cari terjemahannya di internet, tapi tidak ketemu. Akhirnya saya terjemahkan sendiri saja. Maaf kalau ada yang keliru ya, mohon dkoreksi (teks bahasa Inggrisnya? Googling aja ya ;p).

Di MS-Word, pidato ini mencapai tujuh halaman. Sempat terhenti proses penerjemahannya. Biasa, karena kendala motivasi😀. Belakangan termotivasi lagi sehabis nonton Laskar Pelangi. Sangat menyakitkan, Lintang yang jenius harus putus sekolah karena kendala biaya. Pasti banyak sekali Lintang-Lintang lain di negeri ini. Kemiskinan memang menyakitkan. Tapi seperti kata M Yunus, setiap kita adalah mampu untuk mengubah dunia. Dan, inilah teks pidatonya:

Selamat pagi.

Merupakan sebuah kehormatan bagi saya untuk berbicara pada upacara wisuda di institusi yang prestisius ini.

Sungguh perasaan yang mengagumkan berada di sini hari ini. Bersama Anda semua, bagian dari pikiran-pikiran paling cemerlang di dunia, tepat pada saat Anda memutuskan jalan mana yang akan Anda tempuh dalam hidup. Anda merepresentasikan masa depan dunia ini. Pilihan yang Anda putuskan untuk diri Anda sendiri akan menentukan nasib umat manusia. Akan selalu seperti itu. Terkadang kita menyadari hal itu, tapi seringnya tidak. Saya harap Anda akan tetap menyadarinya dan mempersembahkan karya yang membuat Anda diingat bukan hanya sebagai generasi yang kreatif tapi sebagai generasi kreatif yang memiliki kesadaran sosial (socially-conscious creative generation). Cobalah.

Saya tidak pernah membayangkan bahwa hidup saya akan bermanfaat bagi yang lainnya. Namun, di usia 17-an, dengan rasa frustasi dengan situasi ekonomi yang sangat buruk di Bangladesh, saya memutuskan untuk mencoba apakah saya dapat membuat diri saya berguna bagi satu orang miskin dalam sehari di desa dekat kampus universitas tempat saya mengajar. Saya menemukan diri saya dalam keadaan yang tidak familiar. Saya harus menemukan jalan keluar. Karena saya tidak memiliki peta, saya bersandar pada insting dasar untuk melakukannya. Setiap saat saya dapat mundur dari jalan yang tidak jelas ini, tapi saya tidak melakukannya. Saya tetap berjalan menemukan jalan saya sendiri. Beruntung, di akhir, saya menemukannya. Itu adalah mikrokredit dan Grameen Bank.

Sekarang, ketika saya membayangkannya kembali, saya dapat berkelakar tentang itu. Saat orang-orang bertanya, “Bagaimana Anda membuat semua aturan dan prosedur  yang sekarang dikenal sebagai sistem Grameen?” Jawaban saya adalah: “Itu sangat mudah dan sederhana. Saat saya membutuhkan sebuah aturan atau prosedur dalam pekerjaan kami, saya hanya melihat pada bank konvensional dan melihat apa yang mereka lakukan pada situasi yang sama. Saya pelajari apa yang mereka lakukan dan saya lakukan kebalikannya. Itulah cara kami membuat aturan kami. Bank konvensional mendatangi orang kaya, kami mendatangi orang miskin; aturan mereka adalah ‘semakin banyak yang anda miliki, semakin banyak yang anda dapatkan.’ Maka aturan kami adalah—‘makin sedikit yang anda miliki, makin besar perhatian yang anda dapatkan. Jika anda tidak memiliki apa-apa, anda mendapatkan prioritas tertinggi.’ Mereka meminta jaminan, kami membebaskannya, seperti kami tidak pernah mendengar apa-apa tentang itu. Mereka membutuhkan pengacara dalam menjalankan bisnis mereka, kami tidak. Tidak ada pengacara yang terlibat dalam setiap transaksi pinjaman kami. Mereka dimiliki oleh yang kaya, kami dimiliki oleh yang termiskin, the poorest women to boot. Saya dapat terus menambahkan ke dalam daftar ini untuk menunjukkan bagaimana Grameen melakukan berbagai hal dengan cara yang sebaliknya.”

Apakah ini merupakan kebijakan yang sistematis – dengan melakukan kebalikannya? Tidak. Tetapi itulah yang membuat ini dapat berjalan pada akhirnya, karena tujuan kami berbeda. Saya bahkan tidak menydarinya sampai seorang bankir senior mengingatkan saya dengan mengatakan: “Dr. Yunus, Anda mencoba menempatkan sistem perbankan dengan terbalik.” Saya langsung setuju dengannya. Saya bilang: “Ya, karena sistem perbankan berdiri di atas kepalanya.”

Saya tidak dapat melihat kezaliman para lintah darat di desa ini. Pertama saya meminjamkan uang untuk menggantikan pinjaman dari lintah darat. Lalu saya pergi ke bank untuk meminta mereka meminjamkan uang kepada orang-orang miskin. Mereka menolak.

Setelah berbulan-bulan saya menemui jalan buntu saya meyakinkan mereka dengan menawarkan diri saya sendiri sebagai penjamin. Inilah bagaimana mikrokredit lahir di tahun 1976. Hari ini Grameen Bank meminjamkan uang kepada 7,5 juta peminjam, 97%-nya wanita. Mereka yang memiliki bank. Bank telah meminjamkan $7 miliar di Bangladesh sampai sejauh ini. Secara global, 130 juta keluarga miskin menerima mikrokredit. Bahkan bank tidak berubah banyak. Mereka tidak keberatan mengeluarkan satu triliun dollar dalam sub-prime crisis, tapi mereka masih tidak mau meminjamkan US$ 100 kepada seorang wanita miskin walaupun faktanya pinjaman seperti itu secara umum memiliki catatan pengembalian mendekati 100%.

Saat fokus pada mikrokredit, kami melihat perlunya bentuk intervensi lain untuk menolong penduduk pedesaan, secara umum, dan masyarakat miskin, secara khusus. Kami mencoba melakukan intervensi di sektor kesehatan, teknologi informasi, energi terbarukan, dan beberapa sektor lainnya.

Karena kami bekerja dengan wanita miskin, isu kesehatan dengan cepat menarik perhatian kami. Kami menawarkan asuransi kesehatan. Kami dapat sukses mengembangkan program kesehatan yang efektif melalui asuransi kesehatan, tapi tidak dapat mengembangkan program ini karena keterbatasan tenaga dokter. Para dokter enggan tinggal di pedesaan. (Ini menjadi kendala besar sehingga kami memutuskan untuk membuat sekolah medis untuk menghasilkan dokter.) Melalui program ini, seorang penduduk membayar US$ 2.00 per tahun sebagai premi asuransi, untuk mendapatkan perlindungan kesehatan untuk seluruh anggota keluarga. Ini berjalan berkesinambungan secara finansial.

Saya menjadi sangat percaya pada kekuatan teknologi informasi untuk mengubah kehidupan masyarakat miskin. Ini mendorong saya untuk membuat perusahaan telepon selular yang dinamakan Grameen Phone. Kami membawa telepon ke desa-desa di Bangladesh dan memberikan pinjaman kepada wanita miskin untuk membeli telepon selular sehingga mereka dapat menjual jasa mereka dan menghasilkan uang. Program ini langsung berjalan sukses.

Tujuh puluh persen penduduk Bangladesh tidak memiliki akses listrik. Kami ingin menjawab isu ini dengan memperkenalkan solar home system di pedesaan. Kami menciptakan perusahaan terpisah yang dinamakan Grameen Shakti atau Grameen Energy. Perusahaan tersebut menjadi sangat sukses dalam mempopulerkan solar home system, bio-gas, dan kompor masak ramah lingkungan. Sudah ada 155.000 rumah yang menggunakan solar home system, dan ditargetkan mencapai satu juta rumah di tahun 2012. Begitu kami menciptakan berbagai perusahaan dalam bidang energy terbarukan, teknologi informasi, tekstil, pertanian, peternakan, pendidikan, kesehatan, keuangan, dsb, saya penasaran mengapa bisnis konvensional tidak melihat bisnis seperti kami melihatnya. Mereka memiliki tujuan yang berbeda dengan kami. Kami merancang bisnis kami dengan suatu cara, mereka merancang dengan cara yang lain.

Bisnis konvensional didasarkan pada kerangka teori yang dihasilkan oleh para perancang sistem ekonomi kapitalis. Dalam kerangka ini, bisnis harus menjadi entitas yang memaksimalkan keuntungan. Semakin agresif sebuah bisnis mengejar keuntungan, semakin baik sistem berfungsi – kita diberitahu seperti itu. Semakin besar keuntungan, semakin sukses bisnis tersebut; semakin bahagia para investor. Dalam pekerjaan saya tidak pernah terjadi pada saya bahwa saya harus memaksimalkan keuntungan. Semua perjuangan saya adalah untuk membawa setiap perusahaan saya kepada level paling tidak dapat berkelanjutan secara mandiri. Saya mendefinisikan misi bisnis saya dengan cara yang berbeda dengan bisnis-bisnis tradisional.

Begitu saya melakukannya, ternyata saya sedang melawan prinsip dasar sistem kapitalis – maksimalisasi keuntungan. Karena saya berkomitmen untuk mencari solusi saya sendiri untuk mencapai misi bisnis saya, saya sama sekali tidak melihat yang sudah ada. Fokus saya satu-satunya adalah memastikan apakah jalan yang saya tempuh membawa saya pada tempat yang saya tuju. Saat itu berhasil saya merasa sangat bahagia. Saya tahu bahwa maksimalisasi keuntungan membuat orang senang. Saya tidak memaksimalkan keuntungan, tetapi bisnis saya benar-benar menjadi sumber kebahagiaan saya. Jika Anda melakukan apa yang saya lakukan, Anda juga akan merasa sangat bahagia! Saya yakin bahwa maksimalisasi keuntungan bukanlah satu-satunya sumber kebahagiaan dalam bisnis. ‘Bisnis’ telah diinterpretasikan terlalu sempit dalam kerangka kapitalisme yang sekarang ada. Interpretasi ini didasarkan pada asumsi bahwa manusia itu satu dimensi. Kebahagiaannya akan bisnis berhubungan dengan besarnya keuntungan keuntungan yang dia ciptakan. Dia tampil seperti robot pembuat uang.

Tetapi kita semua tahu bahwa manusia yang sebenarnya adalah makhluk multidimensional. Tidak satu-dimensional seperti diasumsikan teori mereka. Untuk manusia yang sebenarnya, menghasilakan uang adalah tujuan antara, bukan akhir. Tetapi bagi pebisnis dalam teori yang ada sekarang, menghasilkan uang merupakan tujuan akhir.

 Interpretasi sempit ini telah menimbulkan banyak kerusakan. Semua pebisnis di seluruh dunia telah mengimitasi pebisnis satu-dimensional sepersis mungkin untuk memastikan mereka mendapatkan sebanyak-banyaknya dari sistem kapitalis. Jika Anda adalah pebisnis, Anda harus menggunakan kacamata maksimalisasi-keuntungan setiap saat. Sebagai hasilnya, yang Anda lihat di dunia ini hanyalah kesempatan meningkatkan keuntungan. Permasalahan penting yang kita hadapi di dunia tidak dapat diselesaikan karena mata maksimalisasi-keuntungan tidak dapat melihatnya.

Kita dapat dengan mudah memformulasikan kembali konsep pebisnis tadi untuk mendekatkannya kembali kepada manusia yang sebenarnya. Untuk memahami ke-multidimensional-an manusia kita dapat mengasumsikan bahwa terdapat dua sumber kebahagiaan yang berbeda di dalam dunia bisnis – 1) memaksimalkan keuntungan, dan 2) mencapai beberapa tujuan sosial yang direncanakan. Karena terdapat pertentangan yang jelas di antara kedua tujuan tersebut, dunia bisnis haruslah dibangun oleh dua jenis bisnis yang berbeda – 1) bisnis yang memaksimalkan keuntungan, dan 2) bisnis sosial. Tipe kebahagiaan spesifik akan datang dari tipe bisnis yang spesifik.

Maka seorang investor akan memiliki dua pilihan – dia dapat berinvestasi pada salah satu atau keduanya. Perkiraan saya kebanyakaan orang akan berinvestasi pada keduanya dalam proporsi yang bervariasi. Ini berarti orang akan menggunakan dua kacamata – kacamata maksimasi-keuntungan dan kacamata bisnis sosial. Ini akan membawa perubahan yang besar di dunia. Pebisnis yang memaksimalkan keuntungan akan terkejut melihat bagaimana dunia akan terlihat berbeda ketika mereka melepas kacamata maksimasi-keuntungan dan mengenakan kacamata bisnis-sosial. Dengan melihat dunia dari dua perspektif yang berbeda, para pengambil keputusan bisnis akan dapat memutuskan dengan lebih baik, membuat tindakan lebih baik, dan keputusan dan tindakannya akan mengantarkan pada dunia yang lebih baik.

Saat saya bertanya-tanya apakah ide bisnis sosial ini masuk akal bagi dunia korporasi, saya mendapatkan kesempatan untuk berbicara pada pimpinan Danone Group Mr. Franck Riboud tentang hal ini. Ia langsung menganggap ide ini masuk akal. Bersama, kami menciptakan perusahaan Grameen Danone sebagai bisnis sosial di Bangladesh. Perusahaan ini memproduksi yoghurt yang diperkaya dengan mikro-nutrisi yang tidak dimiliki oleh anak-anak kekurangan nutrisi di Bangladesh. Karena ini bisnis sosial, Grameen dan Danone, tidak akan pernah mengambil dividen melebihi investasi awal. Yang menjadi perhatian perusahaan adalah berapa banyak anak yang mengatasi kekurangan gizi setiap tahunnya.

Inisiatif berikutnya datang dari Credit Agricole of France. Kami menciptakan Grameen Credit Agricole Microfinance Foundation untuk menghasilkan bantuan finansial kepada organisasi mikrofinansial dan bisnis sosial.

Kami menciptakan perusahaan air kecil untuk menghasilkan air minum berkualitas tinggi di sebuah kluster pedesaan di Bangladesh. Ini merupakan perusahaan join ventura dengan Veolia, perusahaan air terkemuka di dunia. Bangladesh memiliki masalah air minum yang buruk . Di sebagian besar wilayah Bangladesh, tubewell air sudah terkontaminasi arsen sangat tinggi, permukaan air tercemar. Perusahaan bisnis sosial ini akan menjadi prototipe dalam menyuplai air minum yang aman secara berkelanjutan dan terjangkau oleh masyarakat yang mengalami krisis air. Sekali hal ini terlaksana, ini akan bisa direplikasi di desa lainnya, di dalam dan luar Bangladesh.

Kami sudah berhasil mendirikan sebuah rumah sakit mata spesialis operasi katarak, dengan kapasitas dapat menangani 10.000 operasi per tahun. Ini merupakan perusahaan bisnis sosial join ventura dengan Green Children Foundation yang didirikan oleh dua penyani di awal tahun duapuluhan, Tom dan Milla, dari Inggris dan Norwegia.

Kami telah menandatangani kesepakatan join ventura dengan Intel Corporation, untuk menciptakan perusahaan bisnis sosial bernama Grameen-Intel untuk membawa pelayanan berbasis teknologi informasi kepada masyarakat miskin dalam bidang kesehatan, pemasaran, pendidikan dan pengiriman uang.

Kami pun menandatangani kesepakatan join ventura bisnis sosial dengan Saudi German Hospital Group untuk membangun beberapa rumah sakit di Bangladesh.

Lebih banyak lagi perusahaan dari seluruh dunia menunjukkan ketertarikannya dalam join ventura bisnis sosial seperti ini. Perusahaan sepatu terkemuka ingin menciptakan bisnis sosial untuk memastikan tidak ada orang yang bepergian tanpa sepatu. Sebuah perusahaan farmasi terkemuka berkeinginan membentuk perusahaan join ventura bisnis sosial untuk memproduksi suplemen gizi yang cocok bagi ibu hamil dan wanita muda Bangladesh, dengan harga termurah yang mungkin.

Kami juga sedang dalam diskusi untuk meluncurkan perusahaan bisnis sosial untuk memproduksi anti nyamuk kimia untuk melindungi masyarakat Bangladesh dan Afrika dari malaria dan nyamuk penular penyakit lainnya.

Generasi muda dapat memberikan tenaga baru dalam upaya mengubah arah dunia ini. Kalian bisa menjadi generasi kreatif yang berkesadaran sosial yang dinantikan oleh dunia ini. Anda dapat memberika kreatifitas Anda untuk merancang bisnis sosial yang brilian untuk mengatasi kemiskinan, penyakit, kerusakan lingkungan, krisis pangan, penipisan sumber daya alam, dsb. Setiap orang dari kalian memiliki kampuan untuk mengubah dunia (Each one of you is capable of changing the world). Untuk memulai semua itu, yang setiap orang dari kalian harus lakukan adalah merancang business plan untuk bisnis sosial. Setiap prototipe dari bisnis sosial dapat berupa bisnis kecil yang cantik. Namun, jika itu bekerja dengan baik, seluruh dunia dapat dirubah dengan mereplikasinya di ribuan lokasi.

Pengembangan prototipe adalah kuncinya. Dalam merancang suatu prototipe, apa yang kita butuhkan adalah pemikiran kreatif berorientasi sosial. Bisa jadi ada di salah satu di antara kalian. Tidak peduli apa yang Anda lakukan dalam hidup Anda, jadikan itu sebagai titik tolak untuk merancang atau bergabung dengan setidaknya satu bisnis sosial untuk menyelesaikan satu masalah yang paling menyedihkan bagi Anda. Jika Anda punya rancangan dan uang, maju dan lakukanlah. Jika Anda punya rancangan tetapi tidak punya uang, hubungi dekan Anda – dia akan menemukan uangnya. Saya belum pernah mendengar bahwa MIT memiliki masalah dalam mencari uang saat memiliki hot idea di tangannya. MIT bahkan mampu menciptakan pendanaan bagi pengembangan bisnis sosial dalam mengantisipasi permintaan Anda.

Saya dapat mengatakan dengan sangat empatik kepada Anda bahwa dalam konteks kapasitas manusia, tidak ada perbedaan antara orang miskin dengan orang yang berada. Semua manusia diciptakan beserta potensi yang tak terbatas. Tak terkecuali orang miskin. Tetapi dunia di sekeliling mereka tidak pernah memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengetahui bahwa setiap orang dari mereka membawa bakat yang menakjubkan. Bakat tersebut masih tidak diketahui dan terbungkus. Tantangan kita adalah untuk menolong orang-orang miskin mengeluarkan bakatnya.

Kemiskinan tidak diciptakan oleh orang-orang miskin, melainkan diciptakan oleh sistem. Kemiskinan merupakan an artificial imposition on people. Sekali Anda terjatuh keluar dari sistem, sistem itu akan bekerja melawan Anda. Itu membuat Anda akan sangat sulit untuk kembali ke dalam sistem.

Bagaimana kita mengubah ini? Darimana kita memulai?

Tiga intervensi dasar akan membuat perubahan besar dalam sistem yang ada: a) memperluas konsep bisnis dengan memasukkan “bisnis sosial” ke dalam kerangka pasar, b) menciptakan pelayanan finansial dan kesehatan yang inklusif yang dapat dijangkau oleh setiap orang di planet ini, c) merancang perangkat teknologi informasi yang sesuai, dan pelayanan-pelayanan untuk masyarakat paling bawah dan buatlah agar mudah dijangkau oleh mereka.

Generasi Anda memiliki kesempatan untuk memutus masa lalu dan menciptakan dunia baru yang indah. Kita melihat masalah yang diakibatkan oleh sifat individualistis terus berkembang dan secara agresif mengakumulasi ekonomi. Jika kita membiarkan itu terjadi tanpa ada perubahan serius, kita akan segera mencapai titik dimana kita tidak bisa kembali. Di antara hal lainnya, ekonomi tipe ini sudah serius mengancam planet kita melalui distorsi iklim. Pikiran yang hanya mengejar keuntungan telah membuat kita lupa bahwa planet ini adalah rumah kita; bahwa kita harus membuatnya aman dan indah, bukan membuatnya lebih tidak-layak-huni setiap harinya dengan mengampanyekan gaya hidup yang mengabaikan semua peringatan keselamatan.

Pada titik ini, izinkan saya memberi Anda kabar baik. Tidak peduli seberapa parah permasalahan ini terlihat, jangan kalah karena besarnya masalah. Masalah besar sering kali merupakan gabungan dari masalah-masalah kecil. Selesaikanlah komponen yang terkecil dari masalah. Maka masalah besar itu akan menjadi masalah kecil, dan Anda dapat menyelesaikannya dengan mudah. Anda akan dikejutkan dengan mengetahui seberapa banyak cara yang dapat Anda lakukan untuk menyelesaikannya. Anda dapat menjinakkannya atau menghilangkannya dengan berbagai tindakan ekonomi dan sosial, termasuk bisnis sosial. Lakukan tindakan yang paling efisien dalam kondisi tersebut. Menyelesaikan masalah besar tidak harus selalu melalui tindakan besar, atau inisiatif global atau bisnis besar. Itu dapat dimulai dengan tindakan yang kecil. Jika Anda melakukannya segera, itu dapat berkembang menjadi tindakan global dalam waktu singkat. Bahkan masalah terbesar dapat dipecahkan dengan intervensi kecil yang dirancang dengan baik. Di situlah di mana Anda dan kreativitas Anda digunakan. Intervensi ini dapat sedemikian kecil sehingga setiap orang dari Anda dapat menyelesaikan masalah itu dari garasi Anda. Jika Anda memiliki satu atau dua teman untuk bekerja bersama, itu akan jauh lebih baik. Dan dapat menyenangkan juga.

Anda lahir di zaman ide-ide. Ide adalah sesuatu yang seorang lulusan MIT tidak akan kehabisan. Pertanyaan yang ingin kuutarakan sekarang – apa manfaat yang ingin Anda buat dari mereka (ide-ide itu)? Menghasilkan uang dengan menjual atau menggunakan ide-ide Anda? Atau mengubah dunia dengan ide-ide Anda? Atau keduanya? Terserah Anda untuk memutuskan.

Ada dua tugas yang jelas berada di hadapan Anda – 1) untuk menghilangkan kemiskinan di dunia sekali untuk semua, dan 2) untuk mengarahkan dunia di jalur yang benar untuk memperbaiki semua kerusakan yang telah kita lakukan terhadap lingkungan akibat ketidakpedulian dan keegoisan kita. Waktunya tepat. Inisiatif Anda dapat menghasilkan hasil yang besar, bahkan mengantarkan Anda untuk meraih tujuan-tujuan ini. Maka generasi Anda akan menjadi generasi paling sukses dalam sejarah umat manusia. Anda akan mengajak cucu Anda ke museum kemiskinan dengan penuh kebanggaan bahwa generasi Anda akhirnya telah berhasil.

Selamat, karena telah menjadi bagian dari generasi yang memiliki ruang kemungkinan yang menggairahkan, dan selamat lagi kepada Anda semua untuk keberhasilan Anda di masa depan dalam menciptakan dunia baru di mana semua orang di planet ini dapat berdiri tegak sebagai manusia.

Terima kasih.

8 Responses to “M Yunus: “Change The World””

  1. dwinanto Says:

    Setiap kita memang mampu merubah dunia,.
    AsaLkan kinta bisa terus memotivasi diri kita untuk berubah dan memberi untuk Lingkungan sekitar,.😀

  2. Aditya Says:

    @dwinanto: kok “Lingkungan”-nya pake huruf besar? Apa ini merepresentasikan seseorang?😀

  3. dp Says:

    waw… orang yang hebat sekali😀
    ada video pas dia pidato ga yah?

    anyway, nice post.😀
    di Indonesia juga ada solusi yang mirip2 mikrokredit, namanya koperasi :p

    tapi kenapa yah koperasi2 di Indonesia kurang berjalan dengan baik?😦

  4. ay03 Says:

    bener2 pidato yang sangat menginspirasi.
    aku ampe rada merinding bacanya, mungkin juga karena lagi di ruangan ber- AC,hehe.
    tapi bener2 pidato yang bagus, pantes dapet nobel.

    btw aku minta ijin bwat copy ya..

    thx.

  5. kristiani Says:

    terima kasih karena telah berbagi pengalaman dengan kami.sangat baik dan perlu untuk diperhatikan dengan kesungguhan hati.

    from me,saya minta untuk copy yach.thx

  6. zakiy Says:

    sangat inspiratif.
    mudah2an segera lahir seorang muhammad yunus baru untuk negeri kita ini..

    salam

  7. raden susetyo Says:

    sangat2 bagus harapan saya bisa terwujud di Indonesia INSYAALLAH dengan saling bantu bisa terwujud.


  8. sangat bagus ide dan penerapannya,mungkin di negara kira juga bisa /tdk usah malu mengikuti jejak m.yunus.ijin share ya .


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: