Berikut ini adalah pidato yang yang disampaikan oleh Steve Jobs (pendiri Apple dan CEO PIXAR) di hadapan lulusan Stanford University tanggal 12 Juni 2005. Bagi saya, pidato ini sangat menginspirasi. Keren deh! Jadi penasaran, kalau di acara wisuda ITB ada yang seperti ini (commencement speech) nggak ya?

Di bawah ini, teks terjemahannya yang saya copy dari sini :

[start] Saya sangat tersanjung untuk berada bersama kalian dalam perayaan kelulusan kalian dari salah satu universitas terbaik di dunia. Saya tidak pernah lulus dari universitas. Jujur, hari inilah saat terdekat yang pernah saya rasakan terhadap kelulusan dari perkuliahan. Hari ini saya ingin menyampaikan tiga cerita kepada anda semua mengenai kehidupan saya. Hanya tiga buah cerita. Baca entri selengkapnya »

Berani vs Nekad

Juli 10, 2008

Ada hal baru yang saya pelajari baru-baru ini. Awalnya saya tidak sengaja (setelah nonton Smallville) menonton acaranya motivator Mario Teguh di O-Channel. Waktu itu sedang sesi tanya jawab.

Ada audiens yang bertanya, “apa bedanya berani dengan nekat?”

Pak Mario menjawab, “orang berani itu menghitung, orang nekat tidak menghitung.” Jawaban yang sudah kuduga sebenarnya.

Lalu dia melanjutkan dengan bertanya kepada si penanya, “kalau orang berani, dan menurut perhitungannya dia rugi, apakah dia akan lanjut?”

Si penanya menjawab, “tidak.” Jawaban yang juga sudah kuduga.

Yang di luar dugaan adalah perkataan pak Mario setelahnya, “Ya, orang yang berani akan lanjut, karena dia yakin bahwa hitungannya bisa saja salah.”

Saya menagkap mungkin maksudnya adalah si pemberani tersebut tetap melakukan perhitungan secara objektif berdasarkan data dan fakta, tapi dia mengambil keputusan berdasarkan kata hatinya. Dia percaya pada kata hatinya.

Belakangan saya membaca dari buku “Think Big and Kick Ass“-nya Donald J. Trump, sebuah pernyataan dari Andy Grove, mantan CEO Intel, “selamilah data dalam-dalam, lalu percayailah naluri Anda.

Kalau ada film yang paling banyak mengajarkan wisdom dan hikmah serta sangat mengena, film itu adalah “The Last Samurai“. Tapi tidak lagi setelah saya menonton “Kung Fu Panda“. Mungkin anda akan tertawa sepanjang film, dan akan pulang dengan penuh semangat seperti baru saja mengikuti training motivasi. (hehe.. agak lebay sih, tapi paling tidak mendekati lah..)

Ada beberapa quotes yang jadi favorit saya di film ini:

Ooguay: “Yesterday is history, tomorrow is a mystery, but today is a gift. That is why it is called the present.”

Ooguay: “There are no accidents.”

Nasihat dari Trump, kalau tiba-tiba datang masalah tak terduga, katakanlah, “I should have known this”. Kemudian terimalah bahwa anda sedang memiliki masalah da kembangkanlah langkah solusi.

Setiap kejadian baik atau buruk yang menimpa kita merupakan skenario dan fasilitas dari Allah untuk meningkatkan kapasitas kita.

Po: “There is no charge for awesomeness – or attractiveness.”

Po’s father: “there are no secret ingredients. To make it special, you just have to believe that it’s special.”

Kata pak Anis, alam pikiran merupakan ruang kemungkinan (space of possibility). Karena itu, sebelum hal-hal besar yang kita inginkan terjadi benar-benar terjadi, terlebih dahulu kita harus membuatnya nyata di alam pikiran kita. Inilah rahasia berpikir besar, and there’s no charge for it! Berpikir dan bermimpi besar itu gratis, tetapi banyak orang takut melakukannya.

Sisi lain dari quote “here are no secret ingredients..” adalah bahwa untuk menjadi sukses, kita tidak perlu rahasia apapun. Kalaupun ada, kita sudah mengetahuinya: kerja keras, disiplin, tekun, dan hal-hal sulit lainnya.. hehehe.. Bukan dragon scroll-nya yang menjadikan hebat, melainkan latihan panjang yang dilakukan agar dianggap layak mengambil dragon scroll tersebut. Toh, dragon scroll hayalah gulungan kertas kosong.

Ooguay: “you just have to believe”

Master Shifu tidak percaya bahwa Po (panda gendut yang tidak memiliki talenta dalam kung fu) akan bisa menjadi Dragon Warrior. Master Oogway hanya berkata, “you just have to believe..”. Seringkali yang paling dibutuhkan seseorang untuk berkembang hanyalah kepercayaan yang tulus yang diberikan padanya. Entah itu dari orang tua, atasan, atau guru.