“Fitna”, Film Fitnah

Maret 31, 2008

Hari Kamis, 27 Maret yang lalu, film “Fitna” yang dibuat oleh Geert Wilders, tokoh anti-Islam dan juga anggota parlemen Belanda tersebut, resmi ditayangkan di situs LiveLeak.com.

Umat Islam pantas marah dan geram atas ditayangkannya film tersebut. Pasalnya, film tersebut berisi hinaan terhadap Alquran dan Rasulullah SAW. Dia menafsirkan Alquran sekehendak hatinya dengan mengait-kaitkannya dengan peristiwa pemboman yang terjadi di WTC dan beberapa negara Eropa.

Selain itu, dia menampilkan potongan-potongan ceramah dari tokoh-tokoh Islam yang cukup keras tanpa jelas konteksnya sehingga yang muncul adalah kesan bahwa Islam itu mengajarkan kekerasan dan sadis. Padahal, tinta emas sejarah peradaban manusia telah mencatat bahwa tidak ada ideologi yang lebih mengajarkan cinta damai dan toleransi, sekaligus memberi kesejahteraan kepada seluruh manusia daripada Islam.

Sebenarnya, orang yang cerdas dapat melihat dengan jelas bahwa film ini isinya hanya provokasi tanpa landasan kebenaran ilmiah. Hal tersebut benar-benar tindakan yang bodoh, sombong, dan keras kepala. Namun begitu, perkara ini tidak bisa tidak dianggap serius. Umat Islam haruslah menunjukkan izzah-nya dengan semua kekuatan yang dimiliki.

Mengutip dari situs eramuslim.com,

qardhawiDR. Yusuf Qaradhawi, Ketua Asosiasi Ulama Islam Internasional, menyebut lima spektrum yang berisi seruan kepada kaum Muslimin untuk melawan serangan yang memburukkan Islam dan kitab sucinya.

<cut>

Lima hal yang yang digariskan Qaradhawi dan harus dilakukan umat Islam adalah; pertama, penolakan.

“Tolak kedustaan atas Rasulullah saw yang menyebutkan beliau haus darah dan seorang haus seks, secara ilmiah. Penolakan ini harus dilakukan secara mendunia, hingga sampai kepada orang-orang yang selama ini memiliki imej buruk terhadap Rasulullah dan orang yang tidak tahu akan kemuliaan Rasulullah saw.”

Kedua, “Secara politis, sikap negara-negara Islam besar harus berdiri secara jantan untuk membela Islam dan Rasul-Nya.”

Ketiga, “Penolakan massa dengan menekan pemerintahan kaum Muslimin untuk memiliki sikap tegas berdasarkan keimanan bahwa umat Islam masih hidup dan masih memiliki kecintaan besar terhadap keyakinannya.”

Keempat, Qaradhawi menyerukan agar ada penolakan di lingkup seni dan budaya. Ia menerangkan upaya itu misalnya, drama, film atau serial lain yang meluruskan imej yang selama ini tertutup dari Islam.

Kelima, “Pemboikotan ekonomi terhadap negara-negara yang mengizinkan penduduknya mencederai kesucian Islam. Pemboikotan ini adalah senjata yang bisa menyakitkan suatu negara.”

Saya merenungkan kembali firman Allah dalam Alquran, “Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai (QS At-Taubah : 32).”

Mahabenar Allah, justru setelah berbagai fitnah yang ditudingkan kepada Islam sejak terjadinya peristiwa WTC 11 September, perkembangan Islam meningkat pesat di negara-negara Barat dan Alquran menjadi buku paling banyak dibeli di sana. Wallahu’alam.

31 Responses to ““Fitna”, Film Fitnah”

  1. sultanhabnoer Says:

    Fitna memang kejam. Fitna lebih kejam dari pembunuhan.

  2. 911619hack Says:

    Cobalah bersikap proffesional

    No emotion
    tunjukan bahwa indonesia bkn negara kekerasan

  3. andrewinata Says:

    kita tidak boleh tinggal diam………

  4. uchiex Says:

    ya,,,qt sbg umat muslim sudah semestinya membela keyakinan kita,,,dan merasa terhina akan penodaan seperti itu,,,
    namun jangan lantas qt juga terjebak dengan pancingan mereka agar qt bertindak emosional sehingga akan merugikan qt sendiri,atow malah saling menyalahkan antar sesama,,,mari qt bersama2 perkuat ukuwah dan bersatu melawan ketidakadilan,,,

  5. jjnk Says:

    Ini ujian buat kita umat muslim untuk lebih bersabar dengan hinaan yang dilontarkan orang non muslim. Yakinlah Allah pasti akan menurunkan azab bagi orang yang mengotori agama-Nya. ALLAHU AKBAR!!!!

  6. chowzn Says:

    ingin rasanya aku memancung Geert Wilders


  7. saya!!! sangat tidak menyukai atas apa yang ditayangkan di TV tersebut. Maka dari itu, saya menghimbau kepada seluruh umat muslim gimana pun caranya, agar muslim yang mendengar dan melihat “film” ini tidak mudah percaya terutama orang2 yang awam/ orang yang tidak melihat dengan benar “Film” tersebut.Bagi saya diri pribadi,ini adlh fitnah jadi, jangan mudah untuk mempercayainya.Namun,jadikanlah ini sebuah pelajaran/ujian bagi kita umat islam.

  8. Aditya Says:

    @uchiex: ya, saya sepakat. Hati memang boleh panas tapi kepala harus tetap dingin.

    @911619hack: sepakat juga, kalau kita merespon dengan kekerasan (anarkis), berarti sama saja kita sudah terpancing karena memang itu sepertinya tujuan mereka. Kita seharusnya melawan bukan dengan kekuatan kekerasan (anarkis), melainkan dengan kekuatan tekanan politik, tekanan ekonomi, pemikiran, dan budaya.

  9. didyhananto Says:

    Keji + sadis

  10. ikhsan Says:

    kurang ajar!laknatollah,hukuman mati memang pantas diberikan kepada geert wilders

  11. Ririn Says:

    saya setuju dengan beberapa pendapat diatas,jadikan itu sebagai hikmah yg hrs dipetik….bukannya ditanggapi seprti yg trejadi di Medan tuh….jgn main hakim sendiri….krn orang yg benar2 mendalami agamanya tentu tdk akan berbuat anarkis..OK

  12. Landy Says:

    “ Ya Allah dzat yang membolak-balikan hati , tetapkanlah hati kami di atas agama-Mu, Ya Allah tampakanlah pada kami kebenaran sebagai kebenaran, dan anugerahkanlah pada kami untuk mengikutinya, serta tampakkan pada kami kebatilan itu sebagai kebatilan dan anugerahkan pada kami untuk menjauhinya. Ya Allah teguhkanlah kami sebagaimana kau teguhkan Musa as, ya Allah tolonglah kami sebagaimana Rasulullah dan para Sahabatnya kau tolong, Ya Allah berilah hidayah pada kami, keluarga kami, anak keturunan kami dan kepada seluruh Ummat Nabi Muhammad saw. Jadikanlah dakwah sebagai maksud hidup kami, dan matikanlah kami dalam dakwah, Ya Allah, lapangkanlah dada kami untuk menerima Islam, ” amien…amien…amien.”

  13. faisal Says:

    suruh liat aja Geert Wilders film buatan kita…yaitu “ayat2 cinta”. pasti akan tersentuh n sadar bahwa betapa teduhnya n damai islam itu

  14. winalifeon Says:

    Tenang,,,
    jgn kebawa emosi,,,
    jgn sampe kt marah trus jd anarkis,,
    itu sih pengennya mereka,, biar teori2 mereka ttg Islam yg sm sekali ga bener ntu ada pembuktiannya,,,
    WASPADALAH!

  15. diazhandsome Says:

    Assalamualaikum

    Saya setuju tuh kalau film Fitna di blokir oleh Pemerintah Indonesia!! Film itu sangat melecehkan umat muslim di dunia.

    Wassalamualaikum

    http://diazhandsome.wordpress.com/


  16. Ass.

    seharusnya kalau mau bikin film yang isinya melecehkan agama islam, gak usah deh…Karena hanya bikin pertikaian semata

    wass


  17. Ass.

    seharusnya kalau mau bikin film yang isinya melecehkan agama islam, gak usah deh…Karena hanya bikin pertikaian semata.Capek deh

    wass

  18. nohara11 Says:

    Sabar….sabar…. semakin sabar semakin disayang Tuhan. Allah Maha Tahu kok…

  19. titov Says:

    Jadikan pelem fitnah ini sebage cambuk, mungkin kita perlu untuk lebih mengkampanyekan Islam yang damai dan jauh dari kekerasan.
    Jadi mari tunjukkan kefitnahan dari pelem ini, dan kebenaran dari Islam, dengan logis dan elegan tentunya, bukan dengan emosi yang hanya akan membuwat si kumpeni gebleg itu mangkin tertawa.

  20. riefki Says:

    ga suka bgt tapi kita harus te2p sabar coz jika kt terprofokasi itu yang greet harapkan


  21. […] menandingi kehebohan UU ITE dan pelem Fitna yang “boks-ofis” dimana-mana, mendapat review dari beragam seleb-blog […]

  22. Cina Murtad Says:

    saya belum lihat filmnya untuk bisa memberikan komentar, tapi tampaknya heboh sekali ya. tiba-tiba saja banyak isu beredar mengenai hal ini. jadi ingin lihat.

    btw, mengutip kalimat di blog di atas :
    “Padahal, tinta emas sejarah peradaban manusia telah mencatat bahwa tidak ada ideologi yang lebih mengajarkan cinta damai dan toleransi, sekaligus memberi kesejahteraan kepada seluruh manusia daripada Islam.”

    ini bukan fakta kan, ini hanya opini. karena itu tidak dapat dijadikan alasan. opini seperti ini banyak sekali ada di agama lain di seluruh dunia. dan penekanan keimanan yang berasal dari opini ini terbukti telah menyesatkan umat beragama bila tidak dimengerti dengan masak-masak dan diamini dengan membabi buta (atau diboncengi kepentingan politik). contoh paling gampangnya, katolik dengan perang salibnya.

    diharapkan umat islam selain dapat membentengi diri dari hasutan kebencian yang disebarkan ini, juga menelusuri nurani dan membuka mata akan apa saja keburukan yang telah dilakukan atas nama islam dan menghancurkan image islam dari dalam ke mata dunia. tokoh islam dengan kebencian masih sangat bebas berekspresi menyerang umat agama lain di luar sana dengan asuransi kemarahan umat pada saat ada tokoh seperti wilders yang menyerang balik melalui “dakwah” seperti ini.

    waspadalah, waspadalah. kedamaian universal yang sedang dipecah belah.

  23. Aditya Says:

    @Cina Murtad: kesalahan wilders dengan “dakwah”-nya adalah dia mempersalahkan Islamnya,bukan oknumnya. Mungkin memang banyak yang melakukan keburukan atas nama Islam, padahal dalam Islam hal itu dilarang. Karena itu merupakan suatu kesalahan jika kita menilai Islam berdasarkan perilaku oknum-oknum tersebut.
    Soal beropini, memang salah jika kita mengikuti sesuatu dengan membabi buta, apalagi sampai fanatik berlebihan karena segala yang kita lakukan itu harus dilandasi dengan kepahaman. Saya menuliskan opini di atas, tentunya dilandasi oleh kepahaman yang saya miliki akan sejarah.
    Justru tidak ada alasan untuk membenarkan tindakan wilders. Saya pikir ini common sense.
    “waspadalah, waspadalah. kedamaian universal yang sedang dipecah belah” – sepakat! kita harus selalu waspada terhadap tindakan adu domba, karena itulah yang dulu membuat Belanda bisa menjajah nusantara lama sekali.

  24. NURSALIM Says:

    waspadalah waspadalah jangan sampai terlena

  25. albaz Says:

    Dit, biar imbang kampanyein filmnya Ust Yusuf mansur yang terbaru duong: Kunfayakuun… Dah pada nonton lum?

  26. Aditya Says:

    Wah, sibuk, Baz!
    Banyak yg mau ditulis tapi gak sempet2… Paling comment2 doank

  27. ucok Says:

    Maaf kalau saya salah mengerti; bukankah yg ada di dokumenter singkat tsb adalah FAKTA? Cobalah untuk melihatnya dari sudut yg berbeda, dokumenter itu bukan hanya ada pada masa anda dan saya, namun akan tertulis di media manapun di dunia sepanjang sejarah kehidupan manusia. Akan tertoreh disana “Islam Agama Teror”. Siapa yg bertanggung jawab membuat kondisi tsb? Anda dan saya mengamini “Teroris-lah yg menorehkan luka ini berkedok Jihad”.

    Sebenarnya siapa yg harus kita lawan? Bukan si pembuat dokumenter namun si pembuat luka, yaitu teroris. Bagaimana mungkin seorang muslim dari pulau jawa pergi ke Afganistan untuk berjihad dan kembali ke pulau jawa untuk membunuh saudaranya sendiri dengan bom dan teror? Tidak adakah seorang muslim yg berpikir untuk pergi ke afganistan, masuk ke sarang teroris dan kembali dengan segudang informasi berguna bagi aparat keaman untuk membubarkan mereka?

    Bagi anda yang merasa sudah mengenal islam luar dalam, ada tantangan berhadiah $50.000 bagi anda di http://www.faithfreedom.org/challenge.htm

  28. aisar Says:

    @ ucok -> gw setuju, memang faktanya ada sebagian kecil kalangan ekstrimis Islam yang memahami Islam dengan sempit..

    tapi yg gw ga setuju, generalisasi murahan yg berusaha ditampilkan oleh si wilders..

  29. kacangmede Says:

    jadi ujian juga buat yang lihat film itu.. apakah cuma bisa termakan mentah2, atau kalo memang dikasih hidayah sama Yang Di Atas, justru bisa bikin dia ngeh akan kechildishan penyajian film tsb dan justru bikin tergelitik untuk kenal Islam yang sebenarnya.

    Juga semoga menyadarkan kalangan ekstremis Islam yang memahami Islam dengan sempit tsb, spt kata Kak Aisar.

    Terus terang yg paling mengganggu sih `terjemahan random` atas `Quran`nya itu lho..>_<

    juga sekarang yang banyak ada di youtube,, kayak bales2an gitu,, ttg pendeta yang jadi muslim, ttg ustad yg jadi memeluk kristen.. mnurut saya, itu masalah hidayah dari Yang Di Atas… apapun niatnya, bagi yang beneran kepengen share, itu hak dia, tapi yg kurang asik justru komen2 yg berdatangan. tapi memang balik lagi ke kita dan cara pandang kita sih.

    smoga pak wilders dikasih jalan yang terang.. amin.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: