Dengan Cara Apa?

Februari 8, 2008

Berawal dari cerita Pak Dosen di sela kuliah, bahwa katanya mahasiswa yang duduk di bangku depan cenderung memiliki kemampuan akademik yang baik; dan orang sukses itu biasanya mahasiswa yang duduk di bangku belakang. Yang tegah, gak jelas, mereka biasa-biasa saja.

“…dan orang sukses itu biasanya mahasiswa yang duduk di bangku belakang..,” terlintas lagi dalam pikiranku, “..orang sukses..”

Lalu aku ditanya (oleh Pak Dosen), “bagaimana pendapatmu?” ;

“Mmm.. Bisa benar bisa salah, sih…,” jawabku; teman-teman tertawa. Katanya jawabanku makin membenarkan kalau yang duduk di tengah itu gak jelas (aku sedang duduk di tengah waktu itu). Iya juga, ya… Sebenarnya aku punya argumen yang jelas atas jawaban itu, tapi bukan itu yang akan kuceritakan di sini. Aku merenung agak lama setelah itu. Tapi bukan cerita Pak Dosen yang membuatku merenung, melainkan sesuatu yang kuanggap sangat asasi. Waktu itu aku tidak bisa menjawab secara sederhana, lugas, dan cepat, walaupun dalam hati, pertanyaan dalam pikiranku sendiri: “Aku sukses jika sudah bagaimana?” Pertanyaan itu selalu membuatku bingung, padahal itu bukan pertama kalinya bagiku. Selalu harus berpikir agak lama, dan biasanya jawabnnya tidak sederhana – rumit, tidak lugas.

Bukannya apa-apa, ketidakmampuanku menjawab pertanyaan tadi bisa jadi merupakan pertanda bahwa aku belum menghayati perjalanan hidupku sendiri. Jangan-jangan aku menjalani hidup ini tanpa kesadaran yang utuh. Itulah yang mengkhawatirkanku.

Semua orang mungkin dapat menjawab dengan jujur bahwa sukses yang hakiki adalah saat kita bertemu dengan-Nya di taman surga. Benar, dan itu adalah bagian dari keimanan. Namun, ada pertanyaan yang penting untuk kita jawab di dunia, “dengan cara apa saya akan masuk surga?” Adapun jawaban dari pertanyaan itu, maka itulah kesusksesan hidup bagi saya.

“orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan” (QS.At-Taubah:20)

One Response to “Dengan Cara Apa?”

  1. egi88 Says:

    hum memang bener sih, q jg pnh alami, org yg duduk depan itu biasanya org2 pintar, dan yg di belakang org sukses. sukses nyontek gitu maksudnya. Tp selain itu dimasa datang org yg sukses biasanya didominan oleh org yg suka duduk d blakang. Org pintar jg belum tentu sukses..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: