Layakkah Soeharto Mendapat Gelar Pahlawan Nasional?

Februari 5, 2008

Sebelum menjawab pertanyaan yang menjadi polemik di masyarakat ini, sebaiknya kita kembali memikirkan beberapa hal. Pertama, tentunya sudah ada instansi resmi yang berwenang memutuskan hal ini. Namun, tentunya pula setiap orang memiliki kebebasan untuk berwacana dalam hal ini, tanpa masud menghakimi. Kedua, perselisihan pendapat dalam hal ini harus ditanggapi secara proporsional. Diberi gelar pahlawan atau tidak, timbangan amal pak Harto di sisi Allah tidak akan berubah karenanya. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, setiap anak Adam yang mati akan terputus amalnya kecuali tiga hal: amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang shalih. Ketiga, masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan bangsa ini. Jangan sampai energi bangsa ini terkuras habis hanya untuk masalah-masalah seperti ini. Keempat, memberikan gelar pahlawan merupakan bentuk penghargaan suatu bangsa atas jasa pahlawannya. Namun, bentuk penghargaan yang lebih baik adalah dengan meneladani nilai-nilai positif yang diwariskannya serta melanjutkan perjuangan mulianya. Inilah kesalahan kita biasanya: pandai mengagumi tetapi tidak pandai meneladani. Kelima, diberi atau tidaknya gelar pahlawan, kita tetap harus menghargai Pak Harto sebagai salah satu pemimpin bangsa ini. Dengan begitu, semoga kita dapat bersikap lebih proporsional.

 

Adapun yang sebaiknya dilakukan oleh pemerintah dan instansi terkait dalam hal ini adalah:

  1. Menetapkan kriteria standar yang harus dimiliki oleh seorang yang diberi gelar pahlawan nasional terlebih dahulu. Bagaimana jika dia atheis? Bagaimana jika dia pernah berkhianat, misalnya, sebelum akhirnya melakukan tindakan berjasa? Bagaimana jika sebaliknya? Bagaimana jika tidak ada kejelasan status hukum? Dan sebagainya. Dengan begitu penilaian terhadap kelayakan gelar pak Harto bisa dilakukan secara lebih objektif.
  2. Jika telah ditetapkan kriteria dasarnya, barulah kemuadian seseorang dinilai apakah memenuh kriteria tersebut atau tidak, salah satunya berdasarkan catatan sejarahnya. Masalah lainnya adalah, sejarah negeri ini memiliki terlalu banyak versi. Kisah G30S/PKI, misalnya, terdapat beragam versi, baik yang mengangkat maupun menjatuhkan nama Pak Harto. Atau tentang kisah Serangan Umum 1 Maret, ada yang mengangkat, ada yang menjatuhkan. Ketidakjelasan ini membuat masyarakat tidak bisa menilai dengan jelas siapa dan bagaimana Pak Harto sebenarnya. Akan pincang jika ternyata pemerintah menetapkan Pak Harto sebagai pahlawan tanpa diakui oleh sebagian besar masyarakatnya sendiri. Sejarah versi Orba pun banyak mendapat kritikan dari ahli sejarah karena dinilai menutup-nutupi fakta sejarah. Wajar, karena Orba adalah suatu rezim dimana kebebasan berpendapat sangat dikekang waktu itu. Maka, pemerintah perlu membentuk tim khusus yang bertugas merenovasi sejarah perjalanan negeri ini. Isinya bisa terdiri dari ahli-ahli sejarah, saksi sejarah, dan berbagai ahli dari berbagai disiplin ilmu yang nanti terkait.
  3. Pemerintah harus terlebih dahulu menyelesaikan kasus-kasus yang melibatkan Pak Harto serta memperjelas status hukumnya. Akan sangat aneh seseorang yang tidak jelas status hukumnya diberi gelar terhormat dengan mudahnya. Sementara tokoh sepeti Muh. Natsir dan Bung Tomo tidak juga mendapat gelar tersebut.

One Response to “Layakkah Soeharto Mendapat Gelar Pahlawan Nasional?”

  1. nasha Says:

    Saya setuju. Pendapat anda objektif, logis, dan realitis. Jika pemerintah hny mendengar pendapat masyarakat saja, tidak akan menyelesaikan kontroversi. Sudah seharusnya sejarah diperjelas dan kasus soeharto diselesaikan sebelum diberi gelar. Tapi sepertinya akan sulit, karna belum ada yg berani membuktikan kesalahan2 soeharto. Meski soeharto sudah wafat, tapi pengaruh dan pendukungnya masih ada.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: