Dengan Cara Apa?

Februari 8, 2008

Berawal dari cerita Pak Dosen di sela kuliah, bahwa katanya mahasiswa yang duduk di bangku depan cenderung memiliki kemampuan akademik yang baik; dan orang sukses itu biasanya mahasiswa yang duduk di bangku belakang. Yang tegah, gak jelas, mereka biasa-biasa saja.

“…dan orang sukses itu biasanya mahasiswa yang duduk di bangku belakang..,” terlintas lagi dalam pikiranku, “..orang sukses..”

Lalu aku ditanya (oleh Pak Dosen), “bagaimana pendapatmu?” Baca entri selengkapnya »

Sebelum menjawab pertanyaan yang menjadi polemik di masyarakat ini, sebaiknya kita kembali memikirkan beberapa hal. Pertama, tentunya sudah ada instansi resmi yang berwenang memutuskan hal ini. Namun, tentunya pula setiap orang memiliki kebebasan untuk berwacana dalam hal ini, tanpa masud menghakimi. Kedua, perselisihan pendapat dalam hal ini harus ditanggapi secara proporsional. Diberi gelar pahlawan atau tidak, timbangan amal pak Harto di sisi Allah tidak akan berubah karenanya. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW, setiap anak Adam yang mati akan terputus amalnya kecuali tiga hal: amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang shalih. Ketiga, masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan bangsa ini. Jangan sampai energi bangsa ini terkuras habis hanya untuk masalah-masalah seperti ini. Keempat, memberikan gelar pahlawan merupakan bentuk penghargaan suatu bangsa atas jasa pahlawannya. Namun, bentuk penghargaan yang lebih baik adalah dengan meneladani nilai-nilai positif yang diwariskannya serta melanjutkan perjuangan mulianya. Inilah kesalahan kita biasanya: pandai mengagumi tetapi tidak pandai meneladani. Kelima, diberi atau tidaknya gelar pahlawan, kita tetap harus menghargai Pak Harto sebagai salah satu pemimpin bangsa ini. Dengan begitu, semoga kita dapat bersikap lebih proporsional.

 

Adapun yang sebaiknya dilakukan oleh pemerintah dan instansi terkait dalam hal ini adalah:

  1. Menetapkan kriteria standar yang harus dimiliki oleh seorang yang diberi gelar pahlawan nasional terlebih dahulu. Bagaimana jika dia atheis? Bagaimana jika dia pernah berkhianat, misalnya, sebelum akhirnya melakukan tindakan berjasa? Bagaimana jika sebaliknya? Bagaimana jika tidak ada kejelasan status hukum? Dan sebagainya. Dengan begitu penilaian terhadap kelayakan gelar pak Harto bisa dilakukan secara lebih objektif.
  2. Jika telah ditetapkan kriteria dasarnya, barulah kemuadian seseorang dinilai apakah memenuh kriteria tersebut atau tidak, salah satunya berdasarkan catatan sejarahnya. Masalah lainnya adalah, sejarah negeri ini memiliki terlalu banyak versi. Kisah G30S/PKI, misalnya, terdapat beragam versi, baik yang mengangkat maupun menjatuhkan nama Pak Harto. Atau tentang kisah Serangan Umum 1 Maret, ada yang mengangkat, ada yang menjatuhkan. Ketidakjelasan ini membuat masyarakat tidak bisa menilai dengan jelas siapa dan bagaimana Pak Harto sebenarnya. Akan pincang jika ternyata pemerintah menetapkan Pak Harto sebagai pahlawan tanpa diakui oleh sebagian besar masyarakatnya sendiri. Sejarah versi Orba pun banyak mendapat kritikan dari ahli sejarah karena dinilai menutup-nutupi fakta sejarah. Wajar, karena Orba adalah suatu rezim dimana kebebasan berpendapat sangat dikekang waktu itu. Maka, pemerintah perlu membentuk tim khusus yang bertugas merenovasi sejarah perjalanan negeri ini. Isinya bisa terdiri dari ahli-ahli sejarah, saksi sejarah, dan berbagai ahli dari berbagai disiplin ilmu yang nanti terkait.
  3. Pemerintah harus terlebih dahulu menyelesaikan kasus-kasus yang melibatkan Pak Harto serta memperjelas status hukumnya. Akan sangat aneh seseorang yang tidak jelas status hukumnya diberi gelar terhormat dengan mudahnya. Sementara tokoh sepeti Muh. Natsir dan Bung Tomo tidak juga mendapat gelar tersebut.

 

Mungkin ada sebagian dari Anda yang belum mengetahui, ada fasilitas baru di google yang menyediakan informasi trend kata apa yang paling banyak dimasukkan dalam mesin pencari milik mereka. Hasil penghitungannya, bahkan telah tersedia dalam kategori negara, kota dan bahasa.

Dari data inilah, sedikit banyak, kita bisa memperoleh informasi kira-kira pengguna internet di negara tertentu banyak mencari informasi kategori apa. Jika kita ketik kata “microsoft” misalnya, fasilitas google trends akan menampilkan negara pengguna internet terbanyak yang mencari kata itu adalah India. Di bawah India ada sekitar sembilang negara lain yang termasuk negara terbanyak yang memasukan asal kata microsoft, di mana hasil pencarian itu bisa dalam bentuk artikel, analisa, program, software dan semacamnya.

Yang unik, ketika kita memasukkan kata “sex”, ternyata jumlah netters terbanyak yang mencari kata itu dalam search engine google, adalah negara-negara Arab, dan menggunakan bahasa Arab. Setidaknya ada tujuh negara Arab yang termasuk dalam list 10 negara terbanyak mencari informasi yang berasal dari akar kata “sex”. Tentu saja, hal ini tidak otomatis menggambarkan bahwa para netters itu pasti mencari sesuatu yang negatif dari kata tersebut, karena ada banyak informasi yang bisa disajikan tentangnya.

Jika kita memasukkan kata “Islam”, ini juga unik tapi menyejukkan. Ternyata, jumlah pengguna media maya di seluruh dunia yang paling banyak mencari kata tersebut, adalah Indonesia. Di bawahnya, ada Malaysia, Pakistan, Maroko, Uni Emirat Arab, Mesir dan Turki. Lebih spesifik kota yang paling banyak mencari kata “Islam” dari seluruh kota di dunia, adalah Jakarta. Namun dalam lingkup Indonesia, propinsi yang paling banyak mencari kata tersebut adalah Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Jakarta, dan Sumatera.

Anda bisa mencoba melihat sendiri trend kata apa yang ingin Anda lihat perbandingan penggunaannya di media maya dengan mengunjungi http://www.google. Com/trends (na-str/albwb)

Pasted from <http://www.eramuslim.com/berita/int/7c03083133-google-trends-jakarta-terbanyak-memasukkan-kata-quotislam%EF%BF%BD-dalam-mesin-pencari.htm?rel>

Hari Ahad, 3 Februari 2008 yang lalu, di SMA-ku, SMAN 1 Bogor alias Smansa Bogor, diadakan “Try Out SPMB dan Open House ITB 2008”. Acara ini diselenggarakan oleh “Formasi-B ITB” alias “Forum Mahasiswa Bogor ITB”. Acara ini memang sudah rutin dilaksanakan sejak beberapa tahun terakhir ini. Sekarang kebagian angkatan 2007 yang jadi EO-nya.

 

Konsep acaranya dari tahun ke tahun tidak banyak perubahan. Setelah Try Out SPMB, dilanjutkan dengan presentasi tentang ITB secara umum dan juga per program studi. Nah, aku diminta oleh panitia untuk mempresentasikan tentang prodi teknik informatika.

 

Kira-kira beginilah aku menjelaskan tentang IF…, dengan mereferensi situs prodi dan KK.

 

Apa itu Teknik Informatika?

  • Teknik Informatika adalah kumpulan disiplin yang mengolah data dan informasi dengan menggunakan komputer
  • Pada pengolahan tersebut terdapat faktor-faktor kerumitan logika dan sistematika yang pada tingkat tinggi akan menyamai tingkat kerumitan pada proses berpikir manuasia

IF

Profil Lulusan

  • Memiliki wawasan pemanfaatan komputer
  • Menguasai teknik dan metode untuk menyelesaikan masalah berbantuan komputer
  • Melakukan rancang bangun sistem perangkat lunak berbasis komputer
  • Dapat bekerja di industri perangkat keras dan perangkat lunak komputer, sistem informasi dan bisnis, robotika, kontrol otomatik, dsb

Apa yang Dipelajari?

Tingkat 1

  • Dasar Pemrograman

Tingkat 2

  • Interaksi Manusia – Komputer
  • Probabilitas & Statistika
  • Matematika Diskrit
  • Algoritma & Struktur Data
  • Organisasi & Arsitektur Komputer
  • Strategi Algoritmik
  • Logika Informatik
  • Otomata & Teori Bahasa Formal
  • Rekayasa Perngkat Lunak
  • Object-Oriented Programming (OOP)

Tingkat 3

  • Database
  • Intelegensi Buatan/Artificial Intelligence (AI)
  • Sistem Informasi
  • Sistem Operasi /Operating Sytem (OS)
  • Grafika Komputer
  • Proyek Perangkat Lunak
  • Jaringan Komputer & Pengamannya
  • Pemrograman Internet

Kelompok Keahlian (KK)

Data & Software Engineering

  • Software Engineering
  • Database
  • Programming

Informatics

  • Grafika dan Intelegensi Buatan
  • Sistem Informasi
  • Ilmu Komputer dan Rekayasa Komputasi
  • Sistem Terdisribusi & Jaringan

 

Fasilitas

  • Perpustakaan: Textbook, Majalah komputer, Jurnal Ilmiah, Dokumen kerja
  • Laboratorium: Lab dasar,Lab keahlian
  • Hotspot

 

Prospek Kerja

  1. Software Engineer
  2. Database Engineer
  3. Computer Network Engineer
  4. System Auditor
  5. Programmer
  6. System Analyst
  7. Webmaster/Webadmin

 

Terakhir, sebaai contoh program kutampilkan beberapa screenshot dan film:

Sistem Informasi Restoran (prototype)

SI1

 

SI2

 

Terakhir, ada film. Film ini menampilkan beberapa karya Teguh IF’05 dkk. [aku dah izin kan ya?-ke Teguh] (Monopoly, Sudoku, dan Prison Break) serta Robocode

 

 

Pasang Telkom Speedy

Februari 5, 2008

Mulai hari ini aku bisa internet-an di kost. Pasalnya, account Speedy-ku sudah bisa diaktifkan (Karena registrasi hari Sabtu dan tidak punya modem, baru bisa beli modem hari Senin di Plasa Telkom Jl. Supratman karena Sabtu tutup). Beli di Plasa Telkom jauh lebih murah, hanya Rp220 ribu, sedangkan umumnya modem ADSL berharga 320 ribu-an sampai 1,x juta-an.

Aku menggunakan paket Personal (Rp200 ribu/1 Giga). Asyik, bisa terus online asal tidak terlalu banyak download saja. Sampai sekarang aku masih menggunakan sendiri. Rencananya akan di-share dengan adik (di kamar yang lain), tetapi berhubung belum beli switch dan kabel LAN, belum bisa di-share. Inginnya sih pakai yang Rp750 ribu sepuasnya, tapi nanti saja, kalau peminat internet di kost sudah mulai banyak (Kalau cuma berdua, berat di ongkos!).
Well, sampai akhir hari ini (Senin, 4 Feb 08), pemakaianku adalah:

QSpeedy

Dengan adanya akses internet ini, berarti aku telah diberi kesempatan,sumber daya, dan kemampuan yang lebih dalam mengakses dan mendistribusikan informasi. Semoga amanah yang Allah berikan ini bisa kumanfaatkan dengan baik dan optimal dan semakin menambah kredit pahala di sisi-Nya.