obamasiteAda beberapa hal menarik dari perhelatan demokrasi di Amerikas Serikat baru-baru ini, yaitu pemilu Obama vs McCain. Ketiga hal ini memberi gambaran tentang sesuatu yang disebut government 2.0, dan bahkan bisa digunakan dalam praktek bisnis.

Pertama, gunakan social media secara serius. Mungkin selama ini social media seperti jejaring sosial, web, forum, tidak pernah digunakan secara serius. Mungkin hanya untuk “say hi” atau nyampah. Jika ada penarikan masukan terkait sesuatu, biasanya tidak diberi tanggapan secara serius dan tidak benar-benar bisa merubah kebijakan.

Saatnya pemerintahan menggarap social media secara lebih serius. Apalagi sekarang media-media konvensional seperti buletin dan forum-forum massa tidak terlalu efektif menyampaikan atau menarik gagasan dari grass root. Tentunya ini dilakukan tidak dengan meninggalkan pendekatan secara langsung, baik kepada simpul-simpul massa maupun forum-forum terbuka.

Kedua, gunakan pendekatan percakapan bukan pesan satu arah. Dalam menyampaikan kebijakan, gunakan pendekatan percakapan seperti wawancara atau diskusi ketimbang pesan satu arah seperti pidato atau artikel. Termasuk dalam media, lebih baik tuliskan redaksi wawancaranya ketimbang dalam bentuk artikel. Jika memang harus menyampaikannya dalam bentuk eksposisi, follow up dengan diskusi.

Ketiga, pemimpin harus bisa inspiring. Karena kebanyakan orang sudah tahu yang harus dilakukan hanya saja dia tidak mau melakukannya karena merasa belum siap, jalannya sulit, dsb.

5 Responses to “Government 2.0 dari Obama vs McCain”

  1. dwinanto Says:

    “Pemimpin harus merakyat” gimana,. :D

  2. Aditya Says:

    @dwinanto: maksudnya, To?

  3. dela Says:

    ki, blognya teh di update atuh..meni asa bararosen..

  4. aditya Says:

    @dela: iya nih ga sempet2 aja :p


Leave a Reply